Bupati Tabalong Dorong Perluasan Pemagangan dan Penguatan UMKM dalam Evaluasi Program 15.000 Tenaga Kerja Terampil

Tanjung, 7 September 2026 — Pemerintah Kabupaten Tabalong melalui Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tabalong melaksanakan Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) bersama Bupati Tabalong dalam rangka membahas capaian dan evaluasi Program Prioritas Mencetak 15.000 Tenaga Kerja Terampil.
Rakortek yang berlangsung di Aula Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tabalong, Senin (7/9/2026) tersebut menjadi forum koordinasi lintas sektor untuk mengevaluasi pelaksanaan program sekaligus menyusun langkah strategis dalam mempercepat pencapaian target 15.000 tenaga kerja terampil.
Rapat dihadiri oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tabalong, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tabalong, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tabalong, Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Tabalong, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Tabalong, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tabalong, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Tabalong, LPK Jikamaka, serta perwakilan dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Tabalong.
Keterlibatan berbagai perangkat daerah, lembaga pelatihan, dan pemerintah kecamatan tersebut menunjukkan bahwa pencapaian target 15.000 tenaga kerja terampil membutuhkan kolaborasi lintas sektor hingga tingkat desa. Pengembangan keterampilan masyarakat berkaitan erat dengan kebutuhan dunia kerja, kewirausahaan, UMKM, potensi ekonomi lokal, serta pemberdayaan masyarakat di masing-masing wilayah.
Bupati Tekankan Program Harus Berdampak
Saat membuka rapat, Bupati Tabalong menekankan bahwa Program Mencetak 15.000 Tenaga Kerja Terampil tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian jumlah peserta pelatihan.
Program tersebut harus mampu menghasilkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) serta memiliki peluang yang lebih besar untuk memasuki pasar kerja.
Karena itu, evaluasi program perlu melihat keberlanjutan peserta setelah mengikuti pelatihan, mulai dari peningkatan kompetensi, sertifikasi, pemagangan, penempatan kerja, hingga peluang pengembangan usaha.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat memastikan bahwa program yang dilaksanakan pemerintah benar-benar memberikan manfaat dan membuka kesempatan ekonomi bagi masyarakat Tabalong.
Pemagangan Dalam Negeri Diperbanyak
Salah satu arahan utama Bupati adalah memperbanyak program pemagangan dalam negeri dengan melibatkan lebih banyak perusahaan.
Menurutnya, pemagangan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan lulusan pelatihan agar memiliki pengalaman kerja secara langsung dan mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja.
Bupati bahkan mendorong perusahaan agar dapat menerima peserta pemagangan dalam jumlah yang lebih besar.
“Pemagangan dalam negeri diperbanyak. Kalau bisa, satu perusahaan menerima 20 orang lulusan 15.000 tenaga kerja terampil.”
Arahan tersebut menjadi penting untuk memperkuat kesinambungan antara pelatihan, pemagangan, dan penempatan kerja. Peserta yang telah memperoleh keterampilan melalui pelatihan dapat melanjutkan proses pembelajaran melalui pengalaman langsung di perusahaan.
Dengan demikian, pemagangan diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan sementara, tetapi juga menjadi salah satu jalur untuk meningkatkan peluang peserta mendapatkan pekerjaan setelah menyelesaikan program.
PLUT Didorong Semakin Berkembang
Selain sektor ketenagakerjaan, Bupati juga memberikan perhatian terhadap pengembangan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT).
Bupati meminta agar PLUT terus dikembangkan sehingga dapat menjadi wadah yang memberikan dukungan lebih optimal kepada pelaku UMKM dan masyarakat yang ingin mengembangkan usaha.
“Kembangkan PLUT.”
Penguatan PLUT diharapkan dapat mendukung masyarakat yang memilih jalur kewirausahaan sekaligus menjadi bagian dari strategi menciptakan lapangan kerja baru.
Dengan demikian, program peningkatan keterampilan masyarakat tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan pencari kerja, tetapi juga mampu mendorong lahirnya wirausaha baru yang produktif.
Packaging Produk UMKM Perlu Ditingkatkan
Bupati juga menekankan pentingnya meningkatkan kualitas packaging atau kemasan produk UMKM.
Menurutnya, peningkatan kualitas produk harus dibarengi dengan kemasan yang lebih menarik, informatif, dan memiliki daya saing sehingga mampu meningkatkan nilai jual serta memperluas pasar.
“Perbaiki packaging produk UMKM.”
Arahan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam penguatan sektor UMKM. Perbaikan kemasan diharapkan dapat membantu produk lokal Tabalong tampil lebih kompetitif, baik di pasar lokal maupun pada pasar yang lebih luas.
Penguatan UMKM juga menjadi bagian dari upaya memperluas pilihan masyarakat dalam memperoleh penghasilan, baik melalui bekerja maupun berwirausaha.
Sinergi Lintas Sektor hingga Tingkat Desa
Kehadiran berbagai perangkat daerah, lembaga pelatihan, dan perwakilan seluruh kecamatan dalam Rakortek menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dalam pelaksanaan Program Mencetak 15.000 Tenaga Kerja Terampil.
Setiap perangkat daerah memiliki potensi untuk berkontribusi sesuai tugas dan bidangnya, termasuk dalam pengembangan keterampilan, kewirausahaan, UMKM, sektor pertanian dan perkebunan, ekonomi kreatif, hingga pemberdayaan masyarakat dan desa.
Sementara itu, pemerintah kecamatan memiliki peran strategis dalam membantu mengidentifikasi potensi tenaga kerja, kebutuhan keterampilan masyarakat, serta peluang ekonomi yang dapat dikembangkan di wilayah masing-masing.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan program yang lebih tepat sasaran, berbasis kebutuhan, dan terhubung dengan peluang kerja maupun usaha.
Evaluasi Tidak Berhenti pada Jumlah Peserta
Dalam pelaksanaan program ke depan, evaluasi akan diarahkan secara lebih komprehensif. Keberhasilan program tidak hanya dilihat dari jumlah masyarakat yang telah mengikuti pelatihan, tetapi juga dari keberlanjutan setelah pelatihan.
Beberapa aspek yang perlu diperhatikan antara lain kesesuaian jenis pelatihan dengan kebutuhan pasar kerja, kompetensi peserta, sertifikasi, pemagangan, penempatan kerja, serta keberlanjutan usaha bagi peserta yang memilih jalur kewirausahaan.
Dengan pendekatan tersebut, investasi pemerintah dalam peningkatan kompetensi masyarakat diharapkan benar-benar menghasilkan manfaat yang terukur.
Perkuat Hubungan dengan Dunia Usaha dan Industri
Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tabalong akan terus memperkuat koordinasi dengan dunia usaha dan dunia industri, lembaga pelatihan, perangkat daerah, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa.
Kebutuhan tenaga kerja di perusahaan akan menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan jenis dan pelaksanaan pelatihan.
Kerja sama dengan perusahaan juga akan terus didorong melalui berbagai bentuk kolaborasi, khususnya pemagangan dalam negeri, sehingga terdapat kesinambungan antara proses peningkatan kompetensi dengan kebutuhan tenaga kerja.
Langkah ini diharapkan dapat memperbesar peluang lulusan pelatihan untuk memperoleh pengalaman kerja sekaligus membuka kesempatan untuk direkrut oleh perusahaan.
Menuju 15.000 Tenaga Kerja Terampil yang Produktif
Melalui Rakortek ini, Pemerintah Kabupaten Tabalong menegaskan bahwa Program Mencetak 15.000 Tenaga Kerja Terampil bukan sekadar mengejar angka capaian, tetapi merupakan upaya membangun sumber daya manusia Tabalong yang kompeten, produktif, dan memiliki daya saing.
Perluasan pemagangan, penguatan PLUT, peningkatan kualitas produk UMKM, serta sinergi lintas sektor menjadi langkah strategis untuk memastikan program memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dari pelatihan menuju pemagangan, dari pemagangan menuju pekerjaan, dan dari keterampilan menuju kemandirian ekonomi.
Pemerintah Kabupaten Tabalong berkomitmen untuk terus memperkuat Program Prioritas Mencetak 15.000 Tenaga Kerja Terampil sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas kesempatan kerja, mendorong kewirausahaan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan kolaborasi seluruh pihak, program ini diharapkan mampu melahirkan tenaga kerja Tabalong yang terampil, kompeten, produktif, dan berdaya saing, sekaligus mendukung terwujudnya Tabalong SMaRT.
